Next
Previous
Tampilkan postingan dengan label education. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label education. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Oktober 2013

TROJAN HORSE (Kuda Troya)


AWASSS ADA TROJAAANN..!!!!!
Trojan horse atau Kuda Troya atau yang lebih dikenal sebagai Trojan kemanan computer merujuk kepada sebuah bentuk perangkat lunak yang mencurigakan (malicious software/malware) yang dapat merusak sebuah sistem atau jarngin Tujuan dari Trojan adalah memperoleh informasi dari target (password, kebiasaan user yang tercatat dalam system log, data, dan lain-lain), dan mengendalikan target (memperoleh hak akses pada target).
Trojan adalah program yang dibuat seperti program baik dan berguna pada pengguna komputer (crack, game, atau program lain) yang ketika diinstal ke dalam komputer dapat memata-matai, mencuri data, dan mengirimkan ketukan keyboard ke alamat yang telah ditentukan oleh pembuatnya tanpa diketahui oleh si pengguna komuter tersebut.
Trojan merupakan sebuah program ilegal yang ada di dalam program yang dipercaya (maksudnya adalah program ilegal yang menginfeksi program komputer pada umumnya). Program ilegal ini menjalankan suatu aktivitas yang rahasia yang tidak diinginkan oleh user.
Program yang dipercaya tersebut  yang telah diubah dan ditambah kode ilegal didalamnya, kode ini menjalankan suatu fungsi yang rahasia dan tidak diinginkan oleh user.
dia tetap menjalankan fungsi yang semestinya, tapi karena ada suatu kode program didalamnya dan tidak diketahui oleh user, menjalankan suatu aktifitas yang tidak diinginkan oleh user.
                        Trojan Horse (Kuda Troya), Trojan Horse bukanlah sebuah virus, karena Trojan Horse tidak memiliki kemampuan untuk menggandakan diri. Namun demikian, Trojan Horse tidak kalah berbahaya jika dibandingkan dengan virus. Trojan Horse umumnya dikemas dalam bentuk sebuah software yang menarik. Namun dibalik daya tarik software tersebut, tersembunyi fungsi lain untuk melakukan perusakan. Misalkan saja software Keygen /key generator atau software pencari Serial Number(SN)/ kunci, nah tentunya kita tertarik bukan untuk menjalankan software tersebut? Karena kadang-kadang software meminta kita melakukan registrasi dengan memasukkan SN utuk menghilangkan masa trialnya. Pengguna komputer yang mendapatkan file yang telah mengandung Trojan Horse ini umumnya akan terpancing untuk menjalankannya yah Karena daya tarik tadi. Akibatnya tentu fatal, karena dengan demikian si pengguna telah meenjalankan rutin-rutin perusak yang siap menebar bencana di komputernya.
                        Trojan bisa berupa program perusak maupun program kendali. Contoh trojan misalnya kaHt, Back Orifice dan Netbus. Apabila korban telah terkena salah satu dari program ini maka apabila korban terhubung ke jaringan atau internet, si pengirim trojan dapat mengendalikan komputer korban dari jauh,karena trojan membuka port-port tertentu agar komputer dapat diremote, bahkan tidak mustahil untuk mematikan atau merusak dari jauh.
Jadi kesimpulannya adalah Virus Trojan adalah suatu program berbahaya yang tampak sah dan berguna bagi komputer sehingga dapat berkompromi dengan keamanan komputer yang pada akhirnya dapat menyebabkan banyak kerusakan.


Cara Kerja Trojan
Trojan berbeda dengan jenis perangkat lunak mencurigakan lainnya seperti virus komputer atau worm karena dua hal berikut:
  • Trojan bersifat "stealth" (siluman dan tidak terlihat) dalam operasinya dan seringkali berbentuk seolah-olah program tersebut merupakan program baik-baik, sementara virus komputer atau worm bertindak lebih agresif dengan merusak sistem atau membuat sistem menjadi crash.
  • Trojan dikendalikan dari komputer lain (komputer attacker).
  • ·           


 Bagaimana Virus Trojan bekerja?

                              Ketika korban menjalankan server ia akan membuka beberapa port yang spesifik dan menunggu untuk koneksi. Hal ini bisa menggunakan TCP atau UDP protokol. Ketika kita melakukan koneksi dengan alamat ip korban kita bisa melakukan apa saja karena server membiarkan kita melakukan fungsi yang ada pada Trojan dikomputer korban (setiap Trojan berbeda-beda dalam hal fasilitas yang ada). Beberapa Trojan restart setiap kali windows diload. Mereka memodifikasi win.ini atau system.ini agar Trojan bisa restart tapi beberapa Trojan baru menggunakan registry supaya mereka bisa restart. Trojan berkomunikasi seperti client dan server. Korban menjalankan server sedangkan penyerang mengirim perintah pada komputer yang terinfeksi dengan menggunakan client, dan server kemudian mengikuti apa yang diperintahkan oleh client.
Trojan masuk melalui dua bagian, yaitu bagian client dan server. Jadi hacker kadang harus berjalan menanamkan trojannya di komputer korban ataupun memancing agar sang korban mengeksekusi/membuka file yang mengandung Trojan, namun ada juga Trojan yang langsung menginfeksi korbannya hanya dengan berbekal ip korban misalnya Kaht. Ketika korban (tanpa diketahui) menjalankan file yang mengandung Trojan pada komputernya, kemudian penyerang akan menggunakan client untuk koneksi dengan server dan mulai menggunakan trojan. Protokol TCP/IP adalah jenis protokol yang umum digunakan untuk komunikasi. Trojan dapat bekerja dengan baik dengan jenis protokol ini, tetapi beberapa trojan juga dapat menggunakan protokol UDP dengan baik. Ketika server mulai dijalankan (pada komputer korban), Trojan umumnya mencoba untuk menyembunyikan diri di suatu tempat dalam sistem komputer tersebut, kemudian mulai membuka beberapa port untuk melakukan koneksi, memodifikasi registry dan atau menggunakan metode lain yaitu metode autostarting agar trojan menjadi otomatis aktif saat komputer dihidupkan. Trojan sangat berbahaya bagi pengguna komputer yang tersambung jaringan komputer atau internet, karena bisa jadi hacker bisa mencuri data-data sensitif misalnya password email, dial-up passwords, webservices passwords, e-mail address, dokumen pekerjaan, internet banking, paypal, e-gold,kartu kredit dan lain-lain. 

Cara Penyebaran
Penggunaan istilah Trojan atau Trojan horse dimaksudkan untuk menyusupkan kode-kode mencurigakan dan merusak di dalam sebuah program baik-baik dan berguna; seperti halnya dalam Perang Troya, para prajurit Sparta bersembunyi di dalam Kuda Troya yang ditujukan sebagai pengabdian kepada Poseidon. Kuda Troya tersebut menurut para petinggi Troya dianggap tidak berbahaya, dan diizinkan masuk ke dalam benteng Troya yang tidak dapat ditembus oleh para prajurit Yunani selama kurang lebih 10 tahun perang Troya bergejolak.
Kebanyakan Trojan saat ini berupa sebuah berkas yang dapat dieksekusi (*.EXE atau *.COM dalam sistem operasi Windows dan DOS atau program dengan nama yang sering dieksekusi dalam sistem operasi UNIX, seperti ls, cat, dan lain-lain) yang dimasukkan ke dalam sistem yang ditembus oleh seorang cracker untuk mencuri data yang penting bagi pengguna (password, data kartu kredit, dan lain-lain). Trojan juga dapat menginfeksi sistem ketika pengguna mengunduh aplikasi (seringnya berupa game komputer) dari sumber yang tidak dapat dipercayai dalam jaringan Internet. Aplikasi-aplikasi tersebut dapat memiliki kode Trojan yang diintegrasikan di dalam dirinya dan mengizinkan seorang cracker untuk dapat mengacak-acak sistem yang bersangkutan.

Jenis-jenis Trojan
Beberapa jenis Trojan yang beredar antara lain adalah:
·         Pencuri password: Jenis Trojan ini dapat mencari password yang disimpan di dalam sistem operasi (/etc/passwd atau /etc/shadow dalam keluarga sistem operasi UNIX atau berkas Security Account Manager (SAM) dalam keluarga sistem operasi Windows NT) dan akan mengirimkannya kepada si penyerang yang asli. Selain itu, jenis Trojan ini juga dapat menipu pengguna dengan membuat tampilan seolah-olah dirinya adalah layar login (/sbin/login dalam sistem operasi UNIX atau Winlogon.exe dalam sistem operasi Windows NT) serta menunggu pengguna untuk memasukkan passwordnya dan mengirimkannya kepada penyerang. Contoh dari jenis ini adalah Passfilt Trojan yang bertindak seolah-olah dirinya adalah berkas Passfilt.dll yang aslinya digunakan untuk menambah keamanan password dalam sistem operasi Windows NT, tapi disalahgunakan menjadi sebuah program pencuri password.
·         Pencatat penekanan tombol (keystroke logger/keylogger): Jenis Trojan ini akan memantau semua yang diketikkan oleh pengguna dan akan mengirimkannya kepada penyerang. Jenis ini berbeda dengan spyware, meski dua hal tersebut melakukan hal yang serupa (memata-matai pengguna).
·         Tool administrasi jarak jauh (Remote Administration Tools/RAT): Jenis Trojan ini mengizinkan para penyerang untuk mengambil alih kontrol secara penuh terhadap sistem dan melakukan apapun yang mereka mau dari jarak jauh, seperti memformat hard disk , mencuri atau menghapus data dan lain-lain. Contoh dari Trojan ini adalah Back Orifice, Back Orifice 2000, dan SubSeven.
·         DDoS Trojan atau Zombie Trojan: Jenis Trojan ini digunakan untuk menjadikan sistem yang terinfeksi agar dapat melakukan serangan penolakan layanan secara terdistribusi terhadap host target.
·         Ada lagi sebuah jenis Trojan yang mengimbuhkan dirinya sendiri ke sebuah program untuk memodifikasi cara kerja program yang diimbuhinya. Jenis Trojan ini disebut sebagai Trojan virus.
·         Cookies Stuffing, ini adalah script yang termasuk dalam metode blackhat, gunanya untuk membajak tracking code penjualan suatu produk, sehingga komisi penjualan diterima oleh pemasang cookies stuffing, bukan oleh orang yang terlebih dahulu mereferensikan penjualan produk tersebut di internet.

CARA MENGATASI BAHAYA TROJAN

Untuk mengatasi bahaya dari trojan horse, langkah pertama adaah melakukan pendeteksian keberadaan Trojan pada komputer. Pendeteksian Trojan dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut :
1.      Task List
Pendeteksiannya dengan melihat daftar program yang sedang berjalan dalam task list. Daftar dapat ditampilkan dengan menekan tombol CTRL+ALT+DEL atau klik kanan pada toolbar lalu klik task manager. Selain dapat mengetahui program yang berjalan, pemakai dapat melakukan penghentian terhadap suatu program yang dianggap aneh dan mencurigakan. Namun beberapa Trojan tetap mampu menyembunyikan dari task list ini. Sehingga untuk mengetahui secara program yang berjalan secara keseluruhan perlu dibuka System Information Utility(msinfo32.exe) yang berada di C:\Program files\common files\microsoft shared\msinfo. Tool ini dapat melihat semua proses itu sedang berjalan, baik yang tersembunyi dari task list maupun tidak. Hal-hal yang perlu diperiksa adalah path, nama file, properti file dan berjalannya file *.exe serta file *.dll.

2. Netstat
Semua Trojan membutuhkan komunikasi. Jika mereka tidak melakukan komunikasi berarti tujuannya sia-sia. Hal ini adalah kelemahan yang utama dari Trojan, dengan komunikasi berarti mereka meninggalkan jejak yang kemudian dapat ditelusuri. Perintah Netstat berfungsi membuka koneksi ke dan dari komputer seseorang. Jika perintah ini dijalankan maka akan menampilkan IP address dari komputer tersebut dan komputer yang terkoneksi dengannya. Jika ditemukan IP address yang tidak dikenal maka perlu diselidiki lebih lanjut, mengejar dan menangkapnya.

3. TCP View
TCPVIEW adalah suatu free utility dari Sysinternals yang mempunyai kemampuan menampilkan IP address dan menampilkan program yang digunakan oleh orang lain untuk koneksi dengan komputer pemakai. Dengan menggunakan informasi tersebut, maka jika terjadi penyerangan dapat diketahui dan dapat melakukan serangan balik. Langkah penghapusan Trojan Trojan dapat dihapus dengan: Menggunakan Software Anti-Virus. Sebagian antivirus dapat digunakan untuk mengenali dan menghapus Trojan. Menggunakan Software Trojan Scanner, software yang di khususkan untuk mendeteksi dan menghapus Trojan Cara yang paling sadis yah diinstal ulang komputernya.

  • Pendeteksian dan Pembersihan
Memeriksa Listening Port
Mendeteksi keberadaan Trojan merupakan sebuah tindakan yang agak sulit dilakukan. Cara termudah adalah dengan melihat port-port mana yang terbuka dan sedang berada dalam keadaan "listening", dengan menggunakan utilitas tertentu semacam Netstat. Hal ini dikarenakan banyak Trojan berjalan sebagai sebuah layanan sistem, dan bekerja di latar belakang (background), sehingga Trojan-Trojan tersebut dapat menerima perintah dari penyerang dari jarak jauh. Ketika sebuah transmisi UDP atau TCP dilakukan, tapi transmisi tersebut dari port (yang berada dalam keadaan "listening") atau alamat yang tidak dikenali, maka hal tersebut bisa dijadikan pedoman bahwa sistem yang bersangkutan telah terinfeksi oleh Trojan Horse.

Membuat Snapshot
Cara lainnya yang dapat digunakan adalah dengan membuat sebuah "snapshot" terhadap semua berkas program (*.EXE, *.DLL, *.COM, *.VXD, dan lain-lain) dan membandingkannya seiring dengan waktu dengan versi-versi terdahulunya, dalam kondisi komputer tidak terkoneksi ke jaringan. Hal ini dapat dilakukan dengan membuat sebuah checksum terhadap semua berkas program (dengan CRC atau MD5 atau mekanisme lainnya). Karena seringnya Trojan dimasukkan ke dalam direktori di mana sistem operasi berada (\WINDOWS atau \WINNT untuk Windows atau /bin, /usr/bin, /sbin, /usr/sbin dalam keluarga UNIX), maka yang patut dicurigai adalah berkas-berkas yang berada di dalam direktori tersebut. Banyak berkas yang dapat dicurigai, khususnya berkas-berkas program yang memiliki nama yang mirip dengan berkas yang "baik-baik" (seperti "svch0st.exe", dari yang seharusnya "svchost.exe", sebuah berkas yang dijalankan oleh banyak layanan sistem operasi Windows) dapat dicurigai sebagai Trojan Horse.
  
Antivirus
Cara terakhir adalah dengan menggunakan sebuah perangkat lunak antivirus , yang dilengkapi kemampuan untuk mendeteksi Trojan yang dipadukan dengan firewall yang memonitor setiap transmisi yang masuk dan keluar. Cara ini lebih efisien, tapi lebih mahal, karena umumnya perangkat lunak antivirus yang dipadukan dengan firewall memiliki harga yang lebih mahal dibandingkan dengan dua cara di atas (yang cenderung "gratis"). Memang, ada beberapa perangkat yang gratis, tapi tetap saja dibutuhkan waktu, tenaga dan uang untuk mendapatkannya (mengunduhnya dari Internet).
 
Sumber :
Sumber : http://nurullah82.blogspot.com/2011/11/trojan-horse.html 
http://manajemeninformatikaunisbank.blogspot.com
Sekiaann semoga bermanfaat 
thanks a lot for sumber :)


Senin, 30 September 2013

SOCIAL ENGINEERING


Latar belakang Munculnya Sosial Engineering.         
Kebutuhan akan pentingnya informasi tidak dapat kita pungkiri, apalagi di zaman yang sudah berbasis internet dan teknologi seperti sekarang ini. Hadirnya internet dan berkembangnya teknologi informasi cendrung membuat orang mudah untuk mendapatkan dan menyimpan informasi tersebut, Naman dibalik keuntungan dari perkembangan zaman tersebut, ada factor keamanan yang sulit untuk kita hindari yaitu manusia, seperi yang di jelaskan dala Wikipedia tentang social engineering,bahwa rantai terlemah sistem jaringan computer ada pada  manusia.  
Seperti kita tahu, tidak ada sistem komputer yang tidak melibatkan interaksi manusia. Dan parahnya lagi, celah keamanan ini bersifat universal, tidak tergantung platform, sistem operasi, protokol, software ataupun hardware, artinya, setiap sistem mempunyai kelemahan yang sama pada faktor manusia. Sehingga manusia tidak hanya sebagai pengendali namun sekaligus pembobol pertahanan system tersebut.
Semakin hausnya orang akan sebuah informasi maka semakin gencar orang tersebut untuk mendapatkan informasi tersebut, semakin penting informasi tersebut semakin tinggilah keamanan dan pertahanan sistem penyimpanan informasinya, namun semakin tinggi keamanan maka semakin tinggi resiko pembobolannya, munculnya individu-individu yang tidak bertanggung jawab yang mengincar informasi yang bersifat pribadi serta rahasia targetnya,media yang mereka gunakan biasa melalui internet atau telepon untuk kepentingan pribadi. Dalam dunia teknologi dan informasi hal ini cukup sangat mengkhawatirkan. Palagi teknologi dan informasi sudah menjadi bagian hidup yang penting dan tidak dapat di pisahkan dari manusia.
“Apa itu social Engineering ??”
Social engineering adalah metode pemerolehan informasi biasanya informasi yang bersifat rahasia/sensitif dengan cara menipu pemilik informasi yang umumnya umumnya dilakukan melalui telepon atau Internet. Social engineering merupakan salah satu metode yang digunakan oleh hacker untuk memperoleh informasi tentang targetnya, dengan cara membobol keamanan informasi dari akun  korban sehingga mendapatkan data ,korban yang nantinya akan dia gunakan untuk kepentingan pribadi.
Social Engineering banyak definisi, yaitu
·         seni memanipulasi orang untuk melakukan hal yang diinginkan
·         teknik psikologis yang digunakan hacker untuk memperoleh informasi yang dapat dipergunakan untuk mengakses sistem computer
·         memperoleh informasi (password misalnya) dari seseorang ketimbang melakukan usaha pembobolan sistem
Setiap orang yang mempunyai akses kedalam sistem secara fisik adalah ancaman, bahkan jika orang tersebut tidak termasuk dalam kebijakan kemanan yang telah disusun. Seperti metoda hacking yang lain, social engineering juga memerlukan persiapan serta tahapan sehingga mendapatan data korban atau nformasinya, bahkan sebagian besar pekerjaan meliputi persiapan itu sendiri yang intinya untuk mengumpulkan data- data si korban tadi.
Tipe Social Engineering
Pada dasarnya teknik social engineering dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu:
·         Berbasis interaksi sosial
·         Berbasis interaksi komputer.

Perlu diketahui bahwa teknik social engineering yang biasa dipergunakan oleh kriminal, musuh, penjahat, penipu,adalah  mereka yang memiliki intensi tidak baik namun mampu  berkomunikasi  dengan baik dan mempengaruhi orang, perawakannya yang pandai menyakinkan si korban, sehingga korban bisa trepedaya olehnya. Dalam skenario ini yang menjadi sasaran penipuan adalah individu yang bekerja di divisi teknologi informasi perusahaan. Biasanya modus operandinya sama, yaitu melalui medium telepon atau social meda lainnya.

Faktor utama
Di balik semua sistem keaman dan prosedur-prosedur pengamanan yang ada masih terdapat faktor lain yang sangat penting, yaitu : manusia dalam aspek keamanan. Sebuah sistem keamanan yang baik, akan menjadi tidak berguna jika ditangani oleh administrator yang kurang kompeten. Selain itu, biasanya pada sebuah jaingan yang cukup kompleks terdapat banyak user yang kurang mengerti masalah keamanan atau tidak cukup peduli tentang hal itu.
Dicontohkan pada sebuah perusahaan, seorang network admin sudah menerapkan kebijakan keamanan dengan baik, namun ada user yang mengabaikan masalah kemanan itu. Misalnya user tersebut menggunakan password yang mudah ditebak, lupa logout ketika pulang kerja, atau dengan mudahnya memberikan akses kepada rekan kerjanya yang lain atau bahkan kepada kliennya. Hal ini dapat menyebabkan seorang penyerang memanfaatkan celah tersebut dan mencuri atau merusak datadata penting perusahaan.
Membuang sampah yang bagi kita tidak berguna, dapat dijadikan orang yang berkepentingan lain. Misal: slip gaji, slip atm. Barang tersebut kita buang karena tidak kita perlukan, namun ada informasi didalamnya yang bisa dimanfaatkan orang lain. Atau pada kasus di atas, seorang penyerang bisa berpura-pura sebagai pihak yang berkepentingan dan meminta akses kepada salah satu user yang ceroboh tersebut. Tindakan ini digolongkan dalam Social Engineering.
Metode pertama adalah metode yang paling dasar dalam social engineering, dapat menyelesaikan tugas penyerang secara langsung yaitu, penyerang tinggal meminta apa yang diinginkannya: password, akses ke jaringan, peta jaringan, konfigurasi sistem, atau kunci ruangan. Memang cara ini paling sedikit berhasil, tapi bisa sangat membantu dalam menyelesaikan tugas penyerang.
Cara kedua adalah dengan menciptakan situasi palsu dimana seseorang menjadi bagian dari situasi tersebut. Penyerang bisa membuat alasan yang menyangkut kepentingan pihak lain atau bagian lain dari perusahaan itu, misalnya. Ini memerlukan kerja lanjutan bagi penyerang untuk mencari informasi lebih lanjut dan biasanya juga harus mengumpulkan informasi tambahan tentang ‘target’. Ini juga berarti kita tidak harus selalu berbohong untuk menciptakan situasi tesebut, kadangkala fakta-fakta lebih bisa diterima oleh target.
Sebagai contoh seperti ini: seorang berpura-pura sebagai agen tiket yang menelepon salah satu pegawai perusahaan untuk konfirmasi bahwa tiket liburannya telah dipesan dan siap dikirim. Pemesanan dilakukan dengan nama serta posisi target di perusahaan itu, dan perlu mencocokkan data dengan target. Tentu saja target tidak merasa memesan tiket, dan penyerang tetap perlu mencocokkan nama, serta nomor pegawainya. Informasi ini bisa digunakan sebagai informasi awal untuk masuk ke sistem di perusahaan tersebut dengan account target. Contoh lain, bisa berpura-pura sedang mengadakan survei hardware dari vendor tertentu, dari sini bisa diperoleh informasi tentang peta jaringan, router, firewall atau komponen jaringan lainnya.
Cara yang populer sekarang adalah melalui e-mail, dengan mengirim e-mail yang meminta target untuk membuka attachment yang tentunya bisa kita sisipi worm atau trojan horse untuk membuat backdoor di sistemnya. Kita juga bisa sisipkan worm bahkan dalam file .jpg yang terkesan “tak berdosa” sekalipun.
Cara-cara tersebut biasanya melibatkan faktor personal dari target: kurangnya tanggung jawab, ingin dipuji dan kewajiban moral. Kadang target merasa bahwa dengan tindakan yang dilakukan akan menyebabkan sedikit atu tanpa efek buruk sama sekali. Atau target merasa bahwa dengan memenuhi keinginan penyerang-yang berpura-pura akan membuat dia dipuji atau mendapat kedudukan ynag lebih baik. Atau dia merasa bahwa dengan melakukan sesuatu akan membantu pihak lain dan itu memang sudah kewajibannya untuk membantu orang lain. Jadi kita bisa fokuskan untuk membujuk target secara sukarela membantu kita, tidak dengan memaksanya.
Selanjutnya kita bisa menuntun target melakukan apa yang kita mau, target yakin bahwa dirinya yang memegang kontrol atas situasi tersebut. Target merasa bahwa dia membuat keputusan yang baik untuk membantu kita dan mengorbankan sedikit waktu dan tenaganya. Semakin sedikit konflik semakin baik. kopral garenx seorang penguasa hacker.
Riset psikologi juga menunjukkan bahwa seorang akan lebih mudah memenuhi keinginan jika sebelumnya sudah pernah berurusan, sebelum permintaan inti cobalah untuk meminta target melakukan hal-hal kecil terlebih dahulu.
Tujuan dari social engineering bisa dipastikan adalah untuk memperoleh informasi yang memungkinkan seorang hacker untuk mengakses sistem komputer dan mengakses informasi yang tersimpan di dalam sistem komputer tersebut. Yang menjadi masalah, bagaimana informasi yang dicuri tadi dipergunakan
TARGET DAN SASARAN
Tujuan dasar social engineering sama seperti umumnya hacking mendapatkan akses tidak resmi pada sistem atau informasi untuk melakukan penipuan, instruksi jaringan, mata-mata industrial, pencurian identitas, atau secara sederhana untuk mengganggu sistem atau jaringan.
Target-target tipikal termasuk perusahaan telepon dan jasa-jasa pemberian jawaban, perusahaan dan lembaga keuangan dengan nama besar, badan-badan militer dan pemerintah dan rumah sakit. Boom internet memiliki andil dalam serangan-serangan rekayasa industri sejak awal, namun umumnya serangan terfokus pada entitas-entitas yang lebih besar.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
Predikat negara berkembang membuat metode rekayasa sosial ini mudah dan terasa tepat diaplikasikan ke masyarakat dikarenakan mulai terbukanya segala akses informasi bagi sebagian masyarakat dan disisi lain kurangnya pengetahuan masyarakat akan  hal tersebut sehingga mudahnya dalam memberikan informasi kepada orang lain untuk disalah gunakan.
 Jumlah masyarakat yang melimpah dengan pendidikan yang belum merata dan masih banyaknya masyarakat di pelosok menjadi korban dari rekayasa sosial ini seperti masuknya sebuah budaya asing yang merubah kebiasan baik menjadi hal lain yang nantinya akan memberikan dampak negatif bahkan menghilangkan tata budaya dan perkerti masyarakat tsb.
Dengan banyaknya pengguna alat telekomunikasi dan kemudahan untuk mendapatkannya, menjadikan celah terbesar untuk melakukan rekayasa sosial seperti penipuan melalui sms, media jejaring sosial, konten web, email,dll. Dikarenakan masuknya sifat budaya asing seperti ingin pamer atau unjuk diri dengan bangga mencantumkan biodata asli yang dapat disalahgunakan oleh orang lain yang melihatnya.
Minimnya penyerapan informasi masyarakat terhadap dampak rekayasa sosial yang membuat mereka sering terkena dampak negatif nya seperti seringnya kasus penipuan via Website yang mengatasnamakan program pemerintah yang pada faktanya tidak melibatkan aparat.
Solusi Untuk Menghindari Resiko
Setelah mengetahui isu social engineering di atas, timbul pertanyaan mengenai bagaimana  cara menghindarinya. Berdasarkan sejumlah pengalaman, berikut adalah hal-hal yang biasa  disarankan kepada mereka yang merupakan pemangku kepentingan aset-aset informasi  penting perusahaan, yaitu:
·         Selalu hati-hati dan mawas diri dalam melakukan interaksi di dunia nyata maupun di  dunia maya. Tidak ada salahnya perilaku “ekstra hati-hati” diterapkan di sini  mengingat informasi merupakan aset sangat berharga yang dimiliki oleh organisasi  atau perusahaan;
·         Organisasi atau perusahaan mengeluarkan sebuah buku saku berisi panduan mengamankan informasi yang mudah dimengerti dan diterapkan oleh pegawainya, untuk mengurangi insiden-insiden yang tidak diinginkan;
·         Belajar dari buku, seminar, televisi, internet, maupun pengalaman orang lain agar terhindar dari berbagai penipuan dengan menggunakan modus social engineering;
·         Pelatihan dan sosialisasi dari perusahaan ke karyawan dan unit-unit terkait mengenai pentingnya mengelola keamanan informasi melalui berbagai cara dan kiat;
·         Memasukkan unsur-unsur keamanan informasi dalam standar prosedur operasional sehari-hari – misalnya “clear table and monitor policy” - untuk memastikan semua pegawai melaksanakannya; dan lain sebagainya.
Selain usaha yang dilakukan individu tersebut, perusahaan atau organisasi yang bersangkutan perlu pula melakukan sejumlah usaha, seperti:
·         Melakukan analisa kerawanan sistem keamanan informasi yang ada di perusahaannya  seperti mencoba melakukan uji coba ketangguhan keamanan dengan cara melakukan “penetration test”;
·         Menjalin kerjasama dengan pihak ketiga seperti vendor, ahli keamanan informasi, institusi penanganan insiden, dan lain sebagainya untuk menyelenggarakan berbagai program dan aktivitas bersama yang mempromosikan kebiasaan perduli pada keamanan informasi;
·         Membuat standar klasifikasi aset informasi berdasarkan tingkat kerahasiaan dan nilainya;
·         Melakukan audit secara berkala dan berkesinambungan terhadap infrastruktur dan suprastruktur perusahaan dalam menjalankan keamanan inforamsi; dan lain sebagainya.
SUMBER :


http://perilian.blogspot.com/2013/10/cara-memasang-tombol-share-fb-twitter-g.html.