Sumber: http://www.kabar24.com/edukasi/read/20131126/78/205467/china-akan-luncurkan-kendaraan-penjelajah-bulan
Kabar24.com, BEIJING – Tak mau tertinggal oleh negara lain, China sedang mempersiapkan kendaraan penjelajah untuk mengeksplorasi Bulan.
China berencana mendaratkan kendaraan penjelajah di Bulan untuk mempelajari permukaan planet tersebut.
Demikian disampaikan pejabat China, Selasa 26 November 2013, menandai masa gemilang mereka dalam ambisi di bidang luar angkasa.readmore...
China
sudah memotret permukaan bulan untuk menyiapkan pendaratan, kata juru
bicara dari lembaga ilmu pengetahuan, teknologi dan industri untuk
Kementerian Pertahanan.
Pada 2007, China untuk pertamakalinya
meluncurkan pengorbit bulan Chang, yang dinamakan sesuai nama Dewi
Bulan, untuk mengambil gambar-gambar permukaan dan menganalisanya.
Penjelajah bulan yang sedang disiapkan kini diberi nama Yutu.
Nama
itu diambil berdasarkan pilihan suara terbanyak dan mempunyai arti
Kelinci Giok, hewan peliharaan Dewi Chang dalam dongeng China.
"
Tugas Chang menuntut penguasaan teknologi penting. Kesulitan teknis dan
risiko yang dihadapi dalam misi ini sangat tinggi," kata juru bicara Wu
Zhijian dalam jumpa pers.
"Tugas mendaratkannya ke bulan akan membantu China memenuhi impian untuk menjelajahi bulan, impian luar angkasa China," kata Wu.
Para ilmuwan akan membuat pendaratan yang lembut dan kendaraan tersebut akan berkeliling di permukaan bulan.
Para ilmuwan juga akan menguji teknologi komunikasi luar angkasa yang lebih dalam, ujar Wu.
Meningkatkan
program luar angkasa China menjadi prioritas bagi kepemimpinan, dengan
seruan Presiden Xi Jinping agar China membangun sendiri kekuatan luar
angkasanya.
Kaum cendekia sudah membahas kemungkinan mengirim manusia ke bulan suatu saat hingga 2020.
China
sudah berhasil menyelesaikan misi luar angkasa dengan manusia pada
Juni, saat tiga angkasawan mereka menghabiskan waktu 15 hari berada
dalam orbit dan berlabuh di laboratorium percobaan luar angkasa penting
di Beijing. China akan membangun stasiun luar angkasa sampai 2020.
(Antara/Reuters)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar